Minggu, 22 Maret 2015

World Water Day 2015

World Water Day atau Hari Air Sedunia dicetuskan pertama kali pada sidang umum PBB ke- 47 di Rio de Janeiro pada tahun 1992. Peristiwa yang diperingati setiap tanggal 22 Maret ini bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat internasional akan pentingnya air bersih dan upaya untuk mengelola sumberdaya air bersih secara berkelanjutan.

Air merupakan sumber bagi segala jenis kehidupan. Tumbuhan, hewan, terlebih lagi manusia tidak dapat tumbuh dan berkembang tanpa adanya air. 50-65% tubuh manusia mengandung air. Karena itu jika ingin menjaga kelangsungan hidup manusia, kita juga harus menjaga kelestarian air. Pada tahun ini PBB mengusung tema “Water and Sustainable Development".

Salah satu yang dapat mencemari air adalah sampah rumah tangga yang dibuang secara sembarangan di sungai dan berbagai jenis saluran air lainnya. Sampah organik yang masuk ke dalam sungai kemudian diuraikan oleh bakteri sehingga mengakibatkan kurangnya oksigen didalam air. Hal ini mengganggu ekosistem akuatik.

Beberapa fakta mengenai air:
97% air di bumi terdiri dari air asin, sementara 2% membeku dalam es dan gletser. Berarti hanya 1% dari ketersediaan air di bumi yang dapat dinikmati oleh manusia, hewan, dan tumbuhan.
Konsumsi air rata-rata tiap orang adalah 176 galon air per hari. Setiap kali mandi kita dapat menggunakan 25 hingga 50 galon air. Belum lagi berbagai kebutuhan lain yang tidak dapat terlepas dari air.
Lebih dari 748 juta orang tidak memiliki akses ke air minum dan 2,5 miliar tidak memiliki akses terhadap sanitasi. Hampir 4 juta orang meninggal setiap tahun dikarenakan penyakit yang berhubungan dengan air.

Kita dapat menjaga dan melestarikan air dengan tidak membuang sampah di sembarang tempat, terutama di parit, sungai, dan laut. Kemudian dengan melakukan lebih banyak penghijauan. Semakin banyak pohon yang ditanam, maka semakin banyak juga air yang dapat diserap. Selain dengan melakukan penghijauan, cara yang lebih sederhana adalah dengan menghemat penggunaan air. Misalnya saja dengan mematikan keran air, mandi dengan menggunakan shower atau gayung bukan dengan bath tub, menampung air hujan untuk keperluan seperti mencuci atau menyiram tanaman.

Minggu, 15 Maret 2015

KOPHI Goes to SMPN 26 Samarinda

Pada hari Sabtu, 7 Maret 2015, KOPHI Kaltim mengadakan edukasi lingkungan di SMP Negeri 26 Samarinda. Program KOPHI Goes To School bertujuan untuk memberikan informasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan di kalangan pelajar sebagai generasi penerus. Informasi yang disampaikan berupa cara dan alasan kenapa kita perlu bijak dalam mengelola sampah.

Setelah penyampaian edukasi, siswa diberi kesempatan untuk menuliskan harapan mereka untuk sekolah maupun lingkungan tempat tinggal mereka. Semua siswa mengharapkan semoga lingkungan, khususnya SMP Negeri 26 dapat menjadi lebih bersih dan ditanami lebih banyak pohon agar sekolah lebih teduh dan sejuk. Ada juga yang mengharapkan semoga Indonesia menjadi Negara terbersih No. 1 di dunia. Semoga semua harapan yang disampaikan oleh teman-teman SMPN 26 dapat disertai dengan kesadaran untuk turut serta dalam menjaga lingkungan.

Kak Fakhru sedang menjelaskan materi mengenai pengelolaan sampah


Teman-teman SMPN 26 Samarinda menuliskan harapan mereka untuk lingkungan


Salah satu surat yang ditulis oleh teman-teman dari SMPN 26 Samarinda


Foto bersama dengan Bapak Kepala Sekolah dan murid-murid yang terlibat dalam KOPHI Goes To School (SMPN 26)

Kamis, 12 Maret 2015

Open Recruitment 2015 | Season 2

OPEN RECRUITMENT

Season 2

Anggota & Volunteer KOPHI Kalimantan Timur 2015




"Hai Sobat Hijau! Pendaftaran anggota baru di perpanjang nih, buat kalian - kalian yang mau gabung bareng kami. Buruaaan daftarkan diri kamuuu!!!."



  • Pendaftaran berakhir pada 25 Maret 2015
  • Pengumuman yang lolos seleksi berkas pada 27 Maret 2015
  • Wawancara pada 29 Maret 2015

Syarat :
  1. Usia 18-30 tahun
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Berdomisili di Kalimantan Timur dalam 2 tahun kedepan
  4. Mempunyai wawasan terhadap kepedulian lingkungan
  5. Bersedia untuk terlibat dalam program KOPHI kaltim dalam 1 periode
Divisi :
  • Media dan Komunikasi (Medkom)
  • Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Psdm)
  • Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
  • Tim Bank Sampah
Alur Pendaftaran :
  1. Unduh formulir > Isi formulir > kirim file ke email psdm.kophikaltim@gmail.com dengan Format Subject [OPREC2015]_[NAMA]
  2. Bagi pendaftar divisi media dan komunikasi, kirim portofolio terkait bidang jurnalistik atau desain komunikasi visual
  3. Calon anggota dan volunteer yang lolos seleksi berkas akan di umumkan di Web KOPHI Kaltim pada tanggal : 27 Maret 2015
  4. Wawancara calon anggota dan volunteer : 29 Maret 2015

More Info: @KOPHIkaltim | CP : (Atikah) 085752465566

Unduh Formulir Dibawah Ini

FORMULIR




Minggu, 15 Februari 2015

Open Recruitment 2015

OPEN RECRUITMENT

Season 1

Anggota & Volunteer KOPHI Kalimantan Timur 2015




"Halo Sobat Hijau! KOPHI Kaltim membuka pendaftaran anggota baru buat kalian - kalian yang mau gabung bareng kami. Buruaaan daftarkan diri kamu!."


Pendaftaran ini berlaku selama 16 Februari – 27 Maret 2015.

Syarat :
  1. Usia 18-30 tahun
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Berdomisili di Kalimantan Timur dalam 2 tahun kedepan
  4. Mempunyai wawasan terhadap kepedulian lingkungan
  5. Bersedia untuk terlibat dalam program KOPHI kaltim dalam 1 periode
Divisi :
  • Media dan Komunikasi (Medkom)
  • Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (Psdm)
  • Penelitian dan Pengembangan (Litbang)
  • Tim Bank Sampah
Alur Pendaftaran :
  1. Unduh formulir > Isi formulir > kirim file ke email psdm.kophikaltim@gmail.com dengan Format Subject [OPREC2015]_[NAMA]
  2. Bagi pendaftar divisi media dan komunikasi, kirim portofolio terkait bidang jurnalistik atau desain komunikasi visual
  3. Calon anggota dan volunteer yang lolos seleksi berkas akan di umumkan di Web KOPHI Kaltim pada tanggal : 19 Maret 2015
  4. Wawancara calon anggota dan volunteer : 22 Maret 2015

More Info: @KOPHIkaltim | CP : (Atikah) 085752465566

Unduh Formulir Dibawah Ini

FORMULIR





Senin, 24 November 2014

AKSI #STOPMEMAKUPOHON


Minggu (25/11) pagi, dalam memperingati Hari Pohon sedunia 21 November 2014 Kophi Kaltim dengan beberapa komunitas yang ada di Samarinda dan organisasi kampus melakukan Aksi Cabut Paku pada tanggal 23 November 2014 di wilayah Jl Angklung dan Jl Pahlawan Samarinda. Aksi tersebut ditujukan untuk  kaum muda yang ada di Samarinda untuk bersama-sama melakukan suatu aksi kecil yang dapat dilakukan oleh siapa saja dalam perbaikan pohon dan lingkungan.

Beberapa komunitas Samarinda yang ikut bergabung dalam Aksi #STOPMEMAKUPOHON antara lain EH Samarinda, Nabung SMD, Save Pesut Mahakam, Oufriends, Akber Samarinda, SMD Backpackers, CISC, Sobat Bumi Benua Etam, dan dari organisasi kampus antara lain Himateli Unmul, FPPIK, BEM Faperta, BEM Politani serta beberapa peserta personal.  

Dimulai sejak pagi pukul 07:00 WITA peserta aksi berkumpul di Taman Segiri. Peserta membawa peralatan aksi antara lain linggis, palu, dan tang. Pukul 08:00 aksi dimulai dengan menyisir Jl. Angklung dimana banyak sekali ditemukan pohon-pohon yang dipaku iklan-iklan yang merupakan sampah visual. Dalam satu pohon dapat ditemukan lebih dari 5 paku yang tertancap. Dan tidak hanya paku tetapi ada pula kawat yang dililitkan pada batang pohon hingga menyatu dengan kulit pohon. 

Selain melakukan aksi cabut paku, para peserta aksi juga melakukan operasi semut memungut sampah yang ada di sekitaran jalan. Banyak sekali sampah plastik yang menghambat aliran air yang ada di selokan. Sampah yang memenuhi selokan dan pinggir Jl Angklung dipungut oleh para peserta lebih dari empat kantung sampah penuh. Aksi dilanjutkan di Jl Pahlawan dan lagi ditemukan pohon-pohon yang penuh dengan paku yang tertancap. Aksi diakhiri dengan pembagian sticker yang berisi #STOPMEMAKUPOHON. 

Berbagai jenis ukuran paku berhasil ditemukan. Mulai dari yang panjangya sejari kelingking manusia dewasa, hingga paku panjangnya sepuluh sentimeter. Sudah ada Perda Nomor 19/2013 tentang Penghijauan yang Melarang Menancapkan segala jenis iklan di Pohon-pohon yang berada di ruang publik. "Kami berharap aksi ini dapat menyadarkan masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian pohon dan lingkungan sekitar. Salam Lestari" ungkap Maya, Anggota Kophi Kaltim.






Jumat, 21 November 2014

Aksi Cabut Paku #STOPMEMAKUPOHON

Setelah mengadakan Kopdar Komunitas, berdiskusi mengenai pemecahan masalah memaku/merusak pohon,menjadikan pohon sebagai media iklan ‪#‎StopSampahVisual‬, bersama beberapa komunitas yang ada di Samarinda antara lain EH Samarinda, Pesut Mahakam, CISC, Oufriends, Akber SMR Nabung Samarinda, Sobat Bumi Benua Etam, Himateli Unmul, FIN-DC, BEM Faperta Unmul , BEM Politani dan beberapa Organisasi serta Volunteer, memastikan diri ikut bergabung dalam "Aksi Bersama Cabut Paku" memperingati Hari Pohon 2014
Minggu, 23 Nov 2014 
Meeting point : Taman Segiri/Samping Taman Makam Pahlawan, Samarinda
Jam 07:00 WITA 
Lokasi Cabut Paku : Jl. Pahlawan & Jl. Angklung, Samarinda

Aksi tersebut merupakan upaya bersama dalam perbaikan lingkungan serta edukasi kepada masyarakat bahwa memaku pohon merupakan tindakan yang merusak pohon dan lingkungan.
Jika menanam pohon cenderung sulit buatmu, berusahalah untuk menyayanginya. Salah satu cara yang bisa kamu lakukan yaitu dengan tidak memakunya. 
Ayo sudah saatnya aku, kamu dan kita bersama menjadi bagian dalam perbaikan lingkungan!  ‪#‎StopMemakuPohon‬ ‪#‎SaveBenuaEtam‬ #TreeDay 

Stop Pemakuan Pohon


Salah satu ciri lingkungan yang lestari adalah lingkungan yang dipenuhi oleh pepohonan. Pohon merupakan komponen lingkungan yang sangat penting untuk kelangsungan berbagai jenis makhluk hidup. Keberadaan pohon dapat menahan laju air hujan sehingga resiko banjir dapat lebih diminimalisir. Selain itu, fotosintesis yang terjadi pada pohon merupakan siklus penting yang menjadi bagian dari rangkaian siklus biogeokimia, yaitu siklus yang sangat mempengaruhi keberlangsungan kehidupan di bumi. Pohon juga berfungsi menyerap polutan pencemar udara, menghasilkan oksigen serta habitat bagi satwa liar.

Ketika kita berbicara mengenai kelestarian pohon, sejatinya kita tidak hanya berbicara mengenai berapa banyak pohon yang akan kita tanam, melainkan juga mengenai bagaimana cara menjaga kelangsungan hidup pohon yang telah ada. Namun, coba kita perhatikan pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan. Pohon-pohon tersebut kini mulai beralih fungsi dari yang semula sebagai peneduh dan penyerap polusi menjadi sarana “reklame alami”. Betapa tidak, berbagai macam iklan produk dan jasa dipasang secara sembarangan di ratusan batang pohon. Tindakan pemasangan iklan di pohon telah melanggar etika dalam beriklan.

Tindakan pemakuan pohon semakin marak terjadi saat masa pemilu tiba. Padahal Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 15 Tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan Pemilu Anggota DPR, DPD, dan DPRD sudah jelas menyatakan bahwa pohon tidak diperkenankan menjadi alat peraga kampanye.
Pemakuan pohon merupakan tindakan yang melanggar Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Di Samarinda, larangan mengenai pemakuan pohon telah diatur didalam Peraturan Daerah Kota Samarinda Nomor 19 Tahun 2013, mengenai Penghijauan Kota Samarinda khususnya pasal 12 ayat 4.
Berdasarkan Perda tersebut setiap orang yang memasang dan menempel spanduk, poster, baleho dan jenis periklanan lainnya pada tanaman penghijauan atau pohon pelindung di lokasi taman dan median jalan dapat dipidana dengan kurungan paling lama 6 (enam) bulan dan denda paling banyak Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Paku-paku berkarat yang menancap di batang pohon mengandung zat kimia berbahaya seperti seng yang tentu saja akan membahayakan pohon. Pemakuan pada pohon akan menyebabkan kerusakan sel kambium sehingga pohon menjadi lebih rentan terkena penyakit. Dengan kata lain, tindakan pemakuan pohon akan memperpendek usia hidup pohon.
Padahal kita tahu bahwa keberadaan pohon di sepanjang jalan sangat penting karena mampu menyerap polusi kendaraan bermotor serta memberikan keteduhan bagi pengguna jalan. Berdasarkan penelitian, pohon trembesi yang biasa tumbuh di jalan mampu menyerap 28 ton CO2 dalam satahun.
Selain kerugian yang telah dijelaskan di atas, pohon yang mengalami pemakuan juga akan lebih mudah tumbang sehingga dapat membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya pengendara yang selalu melintasi jalanan.
Pemakuan pohon juga dapat mengurangi nilai estetika pohon dan lingkungan.
Upaya untuk mengatasi masalah pemakuan pohon sudah dilakukan di beberapa kota. Berbagai organisasi dan komunitas lingkungan sangat mengecam tindakan pemakuan pohon ini. Dalam mengatasi permasalahan ini diperlukan dukungan dari berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat.